Penilaian merupakan serangkaian kegiatan
untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil
belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan (Trianto,
2010). Penilaian
adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu
berdasarkan suatu kriteria tertentu Untuk dapat menentukan suatu nilai atau
harga suatu objek diperlukan adanya ukuran atau kriteria. Dalam penilaian
Pendidikan, mencangkup tiga sasaran utama yakni program pendidikan, proses
belajar mengajar dan hasil-hasil
belajar.
Pada Kurikulum 2013, penilaian hasil
belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi
relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Dalam
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), semua aspek penilaian meliputi :
pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA; keterampilan dan proses;
dan karakter dan sikap (sikap ilmiah).
Sehingga peserta didik betul-betul mendapatkan kesempatan untuk belajar IPA.
Penilaian proses
dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan
penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas
kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian
proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan
siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.
Tujuan
Penilaian
Tujuan penilaian proses belajar
mengajar pada hakikatnya adalah untuk mengetahui kegiatan belajar mengajar,
terutama efesiensi, keefektifan, dan produktivitas dalam mencapai tujuan
pengajaran. Dimensi penilaian proses belajar mengajar berkenaan dengan
komponen-komponen proses belajar mengajar seperti tujuan pengajaran, metode,
bahan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar guru, dan penilaian.
Penilaian mempunyai sejumlah fungsi
di dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1.
Sebagai alat guna mengetahui apakah siswa talah
menguasai pengetahuan, nilai-nilai, norma-norma dan keterampilan yang telah
diberikan oleh guru.
2.
Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam
melakukan kegiatan belajar.
3.
Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan
belajar.
4.
Sebagai sarana umpan balik bagi seorang guru, yang
bersumber dari siswa.
5.
Sebagai alat
untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
6.
Sebagai materi utama laporan hasil belajar kepada para
orang tua siswa.
Aspek
Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan
IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan
mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam
kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1.
Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep
IPA
Penilaian
pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan
untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan
hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan
dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi
di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan global.
2.
Penilaian Keterampilan Proses
Penilaian
dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA
dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan
keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan proses IPA dasar meliputi :
- Observasi
Penilaian
keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukanobservasi dalam
rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena alam
menggunakan panca indera. Informasi yang diperoleh menimbulkan rasa ingin tahu,
pertanyaan, interpretasi, dan investigasi.
- Komunikasi
Keterampilan
berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan
grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual,
baik secara tertulis maupun lisan.
- Klasifikasi
Keterampilan
melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagaiobjek untuk
mempermudah mempelajarinya, berdasarkan persamaan,perbedaan, dan saling
keterkaitan obyek.
- Pengukuran
Keterampilan
melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untukmelakukan observasi
secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta
mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi
penggaris,meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan
sebagainya.
- Inferensi
Keterampilan
melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita.Kemampuan ini
dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasimenghubungkan
pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat.
- Prediksi
Keterampilan
melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti daninferensi untuk
memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yangtepat terhadap
lingkungan.
- Percobaan Sederhana
Keterampilan
melakukan percobaan diawali dengan kemampuan
menyusunpertanyaan,mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis,
mengidentifikasi variabel kontrol, membuat desain percobaan, melakukan
percobaan,mengumpulkan data, dan interpretasi data.
3.
Penilaian sikap
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima
begitusaja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang
menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan
pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga
dilakukanmelalui pembelajaran IPA
Teknik
dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
sebagai berikut:
a. Penilaian
kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri,
penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik
dan jurnal.
Instrumen yang digunakan
untuk observasi, penilaian diri dan penilaian
antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (ratingscale) yang disertai rubrik,
sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. Observasi merupakan teknik
penilaian yang dilakukan secara
berkesinambungan dengan menggunakan indera,baik
secara langsungmaupun
tidak langsung dengan menggunakan
pedoman observasi yang berisi sejumlahindikator perilaku yang diamati. Penilaian
diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan
dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi.
Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri. Penilaian antar
peserta didik merupakan teknik penilaian dengan
cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen
yang digunakan berupa lembar penilaianantarpeserta didik. Jurnal merupakan
catatan pendidik di dalam dan di luar kelas
yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta
didik yang berkaitan dengan sikap dan
perilaku.
b.
Penilaian Kompetensi
Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi
pengetahuan melalui tes tulis,
tes lisan, dan enugasan.
-
Instrumen tes tulis berupa soal
pilihan ganda,isian,jawaban singkat,
benar-salah, menjodohkan, dan uraian .Instrumen uraian dilengkapi
pedoman penskoran.
-
Instrumen tes lisan berupa
daftar pertanyaan.
-
Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah dan/atau
projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.
c.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik
menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang
menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu
dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian
portofolio.Instrumen yang digunakan
berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale)
yang dilengkapi rubrik.
-
Tes praktik adalah penilaian yang
menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitasatau perilaku
sesuai dengan tuntutan kompetensi.
-
Projek adalah tugas-tugas belajar (learningtasks) yang meliputi kegiatan perancangan,
pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
-
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan
seluruh karya
peserta didik dalam
bidang tertentu yang
bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui
minat, perkembangan,
prestasi, tertentu. Karya
tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
DISKUSI
- Bagaaimanaa cara melakukan penilaian sikap sementara anak atau peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda ?
- Apa saja yang harus dipersiapkan oleh guru sebelum melakukan penilaian proses ?
- Bagaimana cara melakukan penilaian jika siswa belajar dalam suatu kelompok ?