Pengertian
model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran merupakan
bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dalam
artikel ini menekankan 10 model pembelajaran.
Ditinjau
dari cara memadukan konsep, keterampilan, topik, dan unit tematisnya, menurut
seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat
sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu yang khas dengan
pembelajaran sains, Kesepuluh cara atau model tersebut adalah:
Model Penggalan (Fragmented)
Model fragmented
ditandai oleh ciri pemaduan yang hanya
terbatas pada satu mata pelajaran saja. Misalnya, dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia, materi pembelajaran tentang menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis dapat dipadukan dalam materi pembelajaran keterampilan
berbahasa. Dalam proses pembelajarannya, butir-butir materi tersebut
dilaksanakan secara terpisah-pisah pada jam yang berbeda-beda.
Kelebihan pembelajaran model ini adalah
siswa menguasai secara penuh satu kemampuan tertentu untuk tiap mata pelajaran,
ia ahli dan terampil dalam bidang tertentu. Sedangkankekurangannya adalah Ia belajar hanya pada tempat dan sumber
belajar dan kurang mampu membuat hubungan atau integrasi dengan konsep sejenis.
Model Keterhubungan (Connected)
Model connected
dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir
pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu.
Butir-butir pembelajaran kosakata, struktur, membaca dan mengarang misalnya,
dapat dipayungkan pada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penguasaan
butir-butir pembelajaran tersebut merupakan keutuhan dalam membentuk kemampuan
berbahasa dan bersastra. Hanya saja pembentukan pemahaman, keterampilan dan
pengalaman secara utuh tersebut tidak berlangsung secara otomatis. Karena itu,
guru harus menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya
secara terpadu.
Kelebihan yang diperoleh dalam model
connected ini adalah adanya hubungan antar ide-ide dalam satu mata pelajaran,
anak akan memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang
dijelaskan dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan,
memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap. Kekurangan dalam model ini, model
ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan
bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran lain.
Model Sarang (Nested)
Model nested merupakan pemaduan berbagai bentuk penguasaan
konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran. Misalnya, pada
satuan jam tertentu seorang guru memfokuskan kegiatan pembelajaran pada
pemahaman tata bentuk kata, makna kata, dan ungkapan dengan saran pembuahan
keterampilan dalam mengembangkan daya imajinasi, daya berpikir logis, menentukan
ciri bentuk dan makna kata-kata dalam puisi, membuat ungkapan dan menulis
puisi. Pembelajaran berbagai bentuk penguasaan konsep dan keterampilan tersebut
keseluruhannya tidak harus dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Kelebihan model ini yaitu guru dapat
memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam pembelajaran satu mata
pelajaran, memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu saat
sehingga tidak memerlukan penambahan waktu dan guru dapat memadukan kurikulum
secara luas. Kekurangannya adalah
apabila taanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang
menjadi targget dalam suatu pembelajaran akan berdampak pada siswa dimana
prioritas pelajaran menjadi kabur.
Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar
mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman
sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama
dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan
sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan
makna kata. Topik-topik tersebut dapat dipadukan pembelajarannya pada alokasi
jam yang sama.
Kelebihannya yaitu dengan menyusun kembali
urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan prioritas kurikulum
daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam buku teks, membantu
siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan bermakna. Sedangkan kekurangannya yaitu diperlukkan
kolaborasi berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang terlibat
dalam content area dalam mengurutkan sesuai peristiwa terkini.
Model Bagian (Shared)
Model shared merupakan
bentuk pemaduan pembelajaran
akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih.
Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat
bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan
sebagainya.
Kelebihannya yaitu lebih mudah dalam
menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model terpadu yang
mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang
saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam.
Sedangkan kekurangannya yaitu
model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk
bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang
tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Selanjutnya, model
yang paling populer adalah model webbed. Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu
bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat
kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata
pelajaran.
Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk
mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi
tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat
berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa.
Sedangkan kekurangan model
ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema
yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali
terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
Model Galur/ benang(Threaded)
Model threaded
merupakan model pemaduan bentuk
keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam
matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita
dalam novel, dan sebagainya. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang diesbut
meta-curriculum.
Kelebihan dari model ini antara lain: konsep
berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif;
materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat belajar bagaimana
seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era
globalisasi. Sedangkan kekurangan yaitu
hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara
eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran
satu dengan yang lainnya.
Model Keterpaduan (Integrated)
Model integrated
merupakan pemaduan sejumlah topik
dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah
topik tertentu. Topik evidensi yang semula terdapat dalam mata pelajaran
Matematika, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Alam, dan Pengetahuan Sosial, agar
tidak membuat muatan kurikulum berlebihan cukup diletakkan dalam mata pelajaran
tertentu, misalnya Pengetahuan Alam.
Kelebihan dari model ini yaitu siswa saling
mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata
pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang
lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara
eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model
ini juga mendorong motivasi murid. Sedangkan kekurangan yaitu model ini sulit dilaksanakan secara penuh;
membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas konsep,
keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan
membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.
Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Model immersed
dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai
pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal
ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat
diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Kelebihan dari model ini adalah setiap siswa
mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung
siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat
menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan kekurangan dari model ini adalah
siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk mengerjakan
proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
Model Jaringan (Networked)
Model networked
merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi,
bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa
mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang
berbeda-beda. Belajar disikapi sebagai proses yang berlangsung secara
terus-menerus karena adanya hubungan timbal balik antara pemahaman dan
kenyataan yang dihadapi siswa. Kelebihan dari
model ini adalah siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata
pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya. Sedangkan kekurangannya adalah kemungkinan
motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak
sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber.
DISKUSI
1. Dari
beberapa model pembelajaran sains di atas menurut saudara/i model manakah yang
cocok digunakan dalam kurikulum 2013 untuk SD, SMP dan SMA ?
2. Tentunya
disetiap model pembelajaran memiliki kelemahan atau kekurangan, bagamana anda
mengatasi kelemahan dari model yang anda pakai ?
3. Bagaimana
menurut anda jika dalam proses pembelajaran seorang guru tidak mengikuti
langkah-langkah dalam model pembelajaran yang ia pakai ?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSemua model bagus untuk di terapkan di dalam proses pembelajaran...sukses atau tidaknya Penerapan Tersebut tergantung dari peran seOrang guru Yang menerapkannya....
BalasHapusbaiklah saya akan menjawab pertanyaan no 3 yaitu jika dalam proses pembelajaran seorang guru tidak mengikuti langkah-langkah dalam model pembelajaran yang ia pakai maka pembelajaran tersebut berjalan kurang efektif dan efisien karena pembelajaran tersebut berjalan tidak sistematis sesuai dengan langkah model yang sebenarnya sehingga siswa sulit untuk memahami materi pelajaran
BalasHapussaya setuju dengan pendapat rahayu, guru sebaiknya mengikuti langkah- langkah dalam model pembelajaran karena dalam waktu dan pengolahan kelas dapat berjalan efektif
Hapusterimakasih atas tanggapan dan saran yang telah diberikan,
Hapussangat bermanfaat dan menjadi acuan bagi pembaca maupun penulis
Untuk menerapkan suatu model pembelajaran dikelas, seorang guru sebelumnya harus benar benar memahami langkah dari model tersebut agar pelaksanaan KBM menggunakan model tersebut bisa berjalan optimal..untuk mengatasi berbagai kekurangan dari beberapa model tersebut, kemampuan inovasi dannkreativitas guru sangat diperlukan
BalasHapusterimakasih atas tanggapannya . semoga bermanfaat dan menjadi acuan bagi saya sebagai penulis.
HapusBaik saudari saya akan menanggapi persoalan no 3, menurut saya si guru tersebut hanya menggunakan wawasanya saja, nanti ditakutkan akan muncul kesalahan dalam konsep mengajar, sebaiknya seorang guru yg profesional lebih baik menggunakan perangkat dan mofel pembelajaran yg telah dibuat fan direncanakan.
BalasHapusterimakasih saran dan tanggapannya sanggat bermnfaat bagi pembaca dan penulis
HapusUntuk pertanyaan nomor 1
BalasHapusSemua model cocok di kurikulum 2013, tapi setiap materi ajar memiliki karakteristik yang akan dipasangkan dengan model yang cocok. jadi menurut saya tergantung materi ajarnya.
jadi setiap penilihan model harus cocok dengan materi yang akan diajarkan ya..
Hapusterimakasih atas jawabannya kakak, sangat membantu dan bermanfaat
assalamualikum
BalasHapussya akan mengomentari pertnyaan nomor 3
sah sah saja guru tidak mem=ngikuti langkah2 pebelajaran yang ada
krena mungkin guru merasa langkah2 pembelajaran yang ada masih belum sepenuhnya membuat siswa berhasil dalam proses pemebalajaran,
maka dari itu guru menginovasi langkah2 pembelajaran yang ada sesuai dengan kebutuhan
terima kasih
waalaikumsalam.
Hapustanggapannya sangat bermanfaat terutama untuk saya sendiri sebagai penulis
jadi intinya guru menginovasi suatu model untuk pembelajaran yang lebih baik.
terimakasih
Semua model cocok digunakan dalam kurikulum 2013 untuk SD, SMP dan SMA. selanjutnya berhasil atau tidaknya peran gurulah yang menentukannya.
BalasHapusjadi inti dari kesuksesan pembelajaran degnnan model tertentu merupakan tanggung jawab guru dalam mengolah dan mengimplementasikannya.
Hapusterima kasih atas saran dan tnggapannya kakak..
Semua model d atas cocok d terapkan d smw jenjang. Hanya saja sbg guru kita harus menyesuaikan model an materi yg akan d ajarkan. Agar terciptanya pembelajaran yg maksimal
BalasHapusTerimkasih
terimakasih atas saran dan tanggapannya.
Hapussanat bermanfaat dan mampu menjadi acuan penulis sebagai guru dalam menyesuaikan materi dengan model yang akan dipakai agar terciptanya pembelajaran yang maximal.
Artikel yang sangat menarik. Saya menaggapi pertanyaan no 2
BalasHapus3. Bagaimana menurut anda jika dalam proses pembelajaran seorang guru tidak mengikuti langkah-langkah dalam model pembelajaran yang ia pakai ? Sah2 saja guru seharusnya memang menginovasi dan memodifikasi model pembelajaran dan disesuaikan dengan materi pelajaran
model yang cocok adalah model jaringan karena model jaringan model pemaduan pembelajaran mengandaikan kemungkinan konsepsi dan pemecahan masalah
BalasHapussaya ikut berdiskusi pertanyaan noomor 3, seorang guru dapat lagsung menggunakan sintaks atau langkah pembelajaran yang sudah ada
BalasHapusnamun tidak tertutup kemungkinan untuk memodifikasi sintaks pembelajaran
hal penting yang harus di ingat baik dengan model konvensional (yang sudah ada) atau midel yang telah kita inovasi, guru perlu mengikuti langkah-langkah atau urutannya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai
terimakasih atas saran dan partisispasi kakak untuk bergabung didiskusi ini. sangat bernfaat bagi pembaca dan penulis sendiri
HapusArtikel yang menarik..
BalasHapusSaya tertarik menjawab permaslhan nomor 2. Dalam menyikapi kelebihan dan kekurangan model tentu dengan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Lalu menyiapkan kembali konsep inovasi pembelajaran yang menarik dan memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran.
Semua model cocok digunakan dalam kurikulum 2013 untuk SD, SMP dan SMA
BalasHapusSemua model cocok digunakan dalam kurikulum 2013 untuk SD, SMP dan SMA. selanjutnya berhasil atau tidaknya peran gurulah yang menentukannya. Kodel mana yg sesuai untuk di terapkan
BalasHapusterimakasih atas saran dan tanggapan yang saudari berikan. semoga bermanfaat bagi pembaca dan saya sendiri sebgai penulis
Hapus